Minggu, 10 November 2013

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2012


 
1.  Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2012 - September 2012
Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2012 sebesar 366,77 ribu orang (3,70 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2012 sebesar 363,20 ribu orang (3,69 persen), berarti jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 3,57 ribu atau meningkat 0,01 poin.
 
kin2
 
2.  Perubahan Garis Kemiskinan Maret  - September 2012
Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh besarnya Garis Kemiskinan (GK), karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Selama Maret - September 2012, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,57 persen, yaitu dari Rp 379.052 per kapita per bulan pada Maret 2012 menjadi Rp 392.571 per kapita per bulan pada September 2012. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Namun demikian, selama periode Maret - September 2012, sumbangan GKM terhadap GK mengalami sedikit perubahan yaitu sebesar 0,07 poin.
Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras. Pada bulan September 2012, sumbangan pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan Makanan sebesar 31,92 persen. Selain beras, barang-barang kebutuhan pokok lain yang berpengaruh cukup besar terhadap Garis Kemiskinan adalah rokok kretek filter (14,07 persen), telur ayam ras (7,37 persen), daging ayam ras (6,62 persen) dan tempe (4,22 persen), tahu (3,45 persen), cabe merah (2,91 persen) dan ikan kembung (2,83 persen). 
Untuk komoditi bukan makanan, 5 komoditi barang/jasa yang mempunyai peranan terbesar adalah perumahan (40,63 persen), pendidikan (10,03 persen), angkutan (10,02 persen), bensin (5,84 persen), dan obat nyamuk, korek api, batu baterai serta aki dan lain sebagainya (4,76 persen).
 
3.  Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar jumlah dan persentase penduduk miskin, dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
Pada periode Maret - September 2012, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan. Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 0,499 pada keadaan Maret 2012 menjadi 0,557 pada keadaaan September 2012. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,129 menjadi 0,151 pada periode yang sama (Tabel 2). Peningkatan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menurun dan menjauhi garis kemiskinan, serta ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin meningkat.
 
kin3
 
4.  Data Kemiskinan Maret 2009 sampai dengan September 2012
Perkembangan kondisi kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.
 
kin4
 
Kondisi kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta pada bulan September tahun 2012 dibandingkan dengan kondisi kemiskinan nasional pada periode yang sama dapat dilihat pada Tabel 4.
 
kin5
 
kin6
 
5.  Penjelasan Teknis dan Sumber Data
a.  Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk  miskin terhadap total penduduk.
b.  Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan, kecuali untuk DKI Jakarta yang seluruh wilayahnya merupakan daerah perkotaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
c.  Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkal per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dan lain-lain).
d.  Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar Non-Makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
e.  Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2012 adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)   tahun 2012. Jumlah sampel Susenas di DKI Jakarta sebanyak 1.300 rumah tangga sehingga data kemiskinan dapat disajikan hingga tingkat provinsi. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.
 
 
 
Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 04/01/31/Th. XV/ 2 Januari 2013

Mengapa saya memilih Teknik Informatika


Saya berminat atau bahkan memilih jurusan Teknik Informatika di dunia Perguruan Tinggi ini karena saya yakin di zaman yang semakin maju ini kedepannya akan sangat membutuhkan sebuah ahli tenaga kerja di bidang Informatika. Selain sangat menjanjikan di dunia karier saya memilih Teknik Informatika ini dikarenakan keingintahuan saya yang besar terhadap dunia perkomputeran baik itu di dunia hardware ataupun software. Saya juga berniat atau bercita-cita untuk dapat bisa membuat sebuah software atupun game yang dapat dimainkan oleh bayak orang nantinya.

Demikianlah alasan saya mengapa saya memilih jurusan Teknik Informatika. Insyaallah dengan giat belajar dan lebih banyak mengotak-atik komputer semoga semua alasan itu dapat tercapai semunya...amienn