Selasa, 29 April 2014

Observasi Tentang Keindahan

Kali ini saya dan kelompok saya melakukan sebuah observasi mengenai keindahan fasilitas umum yang ada disekitar kita.

Kelompok kami memutuskan untuk observasi pengisian bahan bakar atau sering kita sebut SPBU. SPBU merupakan sebuah tempat pengisisan bahan bakar yang menyediakan bebrapa jenis minyak, contohnya adalah premium, pertamax, solar, dll. SPBU merupakan sebuah sarana yang sangat penting bagi masyarakat banyak karna jika tidak ada SPBU pada masyarakat akan sangat kesusahan untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Sehingga, akan membuat kendaraan yang mereka miliki tidak dapat digunakan. Agar kita nyaman dalam membeli bahan bakar tersebut kita bisa membelinya di SPBU yang mempunyai perawatan yang baik. Tetapi ada pula beberapa SPBU yang mempunyai kekuarangan dalam perawatannya.
 Kelompok kami mencoba membandingkan 2 buah SPBU. Dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

SPBU 1

IMG_1542.JPG          IMG_1546.JPG
IMG_1544.JPG        IMG_1545.JPG

SPBU yang pertama ini kami anggap sebagai SPBU yang mempunyai perawatan yang sangat baik. Karna kita bisa bisa liat SPBU ini mempunyai tempat yang bersih, tidak ada sampah yang kita jumpai disana, selain itu, SPBU ini juga mempunya banyak sekali fasilitas. Selain sebagai tempat pengisisan bahan bakar SPBU ini juga memiliki minimarket yang bisa membuat pengunjung beristirahat sejenak dan membeli jajanan. Di SPBU ini juga memiliki tempat makan seperti contohnya Dunkin Donuts yang berfungsi untuk tempat mengisi perut bagi pengunjung yang merasa lapar. SPBU ini njuga mempunyai tempat mencuci mobil. Selain fasilitas penunjang tersebut SPBU ini juga menyediakan gas nitrogen bagi para pengunjung yang membutuhkannya. Gas Nitrogen masih sangat jarang dapat kita jumpai di SPBU lainnya. SPBU ini juga menyediakan air radiator dan juga tempat isi angin ban bagi pengunjung yang membutuhkannya. Kelebihan lain yang dimilikin SPBU ini adala SPBU ini mempunyai tempat yang sangat luas dan juga tempat yang penghijauannya masih sangat terjaga, masih banyak sekali tumbuhan hijau yang rindang sehingg membuat pengunjung merasa nyaman dalam mengantri. Itulah sebagian dari kelebihan dari SPBU 1 yang membuat SPBU ini banyak diminati oleh masyarakat banyak.

SPBU 2

IMG_1548.JPG    IMG_1550(1).JPG
SPBU yang kedua ini menurut kami masih kurang dalam perawatannya. Bisa dilihat dari masih ada beberapa sampah yang beserakan di are SPBU.  SPBU ini juga hanya memiliki tempat yang kecil dan memiliki 2 tempat pengisian bahan bakar yang menyebabkan terjadinya antrian yang cukup panjang saat pengisian bahan bakar. Fasilitas yang ada di SPBU ini juga kurang terawat  seperti contohnya adanya banyak tempat pengambilan uang atau ATM tetapi yang berfungsihanya beberapa saja. Selain itu penghijauan di SPBU ii juga masih kurang sehingga menyebabkan hawa panas matahari di SPBU ini sangatlan menyengat. Aspal yang ada di SPBU ini juga sangatlah rusak sehingga membuat kenyamanan pengunjung sangatlah terganggu.

Tetapi yang terpenting adalah kedua SPBU tersebut merupakan sarana yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Baik buruknya SPBU tergantung bagaimana perawatan pengelola SPBU dan juga tingkah laku masyarakatnya atau pun pengunjung itu sendiri.
Sekian yang dapat saya sampaikan. Jika ada kata-kata dalam penulisan yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima Kasih.

Selasa, 01 April 2014

OBSERVASI

               OBSERVASI MUSEUM LISTRIK dan ENERGI BARU

Kelompok kami yang berjumlah 3 orang dan beranggotakan saya Aditya wahyu Prabowo, Anastasya Maria, dan UlpiaRospratiwi melakukan observasi tentang alat-alat yang menggunakan unsur2 informatika. Observasi yang kami lakukan yaitu ke sebuah museum yg berada di Taman Mini Indonesia Indah, museum itu bernama Museum Listrik dan Energi Baru.

Museum Listrik dan Energi Baru (Museum LEB) adalah salah satu museum sains yang menyajikan koleksi peragaan tentang energi dan listrik yang berada di Taman Mini Indonesia Indah. Rancang-bangunnya mengacu pada konsep arsitektur berbentuk tapak “Struktur Atom”, yaitu satu proton dikelilingi tiga elektron, diaplikasikan dalam bentuk Anjungan Listrik yang dikelilingi tiga bangunan lain, yakni Anjungan Energi Baru, Anjungan Energi Fosil, dan Anjungan Energi Konvesional.
Sebagai wahana pendidikan dan rekreasi, Museum LEB mengemban fungsi menyampaikan informasi teknologi kelistrikan dan energi, baik dari sejarah perkembangan teknologi, aplikasi energi di Indonesia dari masa ke masa, maupun semangat inovasinya kepada generasi mendatang.
Tata pamerannya memungkinkan pengunjung diajak mengenal segala aspek listrik dengan alur yang jelas dan runtut, penyajian yang interaktif karena didukung teknologi komputer (audiovisual).
Terdapat 619 unit koleksi peraga yang dipamerkan di dalam dan di luar gedung. Pameran di dalam gedung meliputi pengenalan energi, teori, sejarah, hingga pemanfaatan listrik dan energi. Berbagai alat peragaan yang menarik dapat dicoba secara interaktif, misalnya kompor surya, sepeda, dan harpa ajaib.
Di dalam “Ruang Cerdas Energi”, pengunjung diajak berinteraksi dengan memainkan benda-benda peraga agar lebih memahami gejala yang berasal dari energi dan listrik. Pameran dan peragaan antara lain meliputi Diorama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi, Simulasi Konsumsi Listrik di Rumah Tangga (di sini pengunjung diajak membaca data berapa watt listrik yang digunakan sehari-hari), Konversi Energi Listrik Menjadi Panas (memperlihatkan bagaimana listrik dapat memanaskan air), Plasma Ball (alat yang dapat menunjukkan bahwa tubuh manusia mengandung energi listrik), Permainan Magnet, Permainan Adu Cepat, Harpa Ajaib (pengunjung dapat memainkan harpa tanpa senar karena senar dawai diganti dengan sinar infra merah), serta Komputer Interaktif Kuis dan Game tentang energi yang menguji ketangkasan dan daya ingat.
Peragaan di luar gedung meliputi Kompor Tenaga Surya Serba Guna yang digunakan untuk memasak sekaligus sebagai antene parabola yang dapat menerima ± 150 saluran televisi, Rumah Energi Baru yang mengubah energi matahari dan angin menjadi listrik, Mobil Tenaga Surya dengan menggunakan tenaga matahari.
Berikut inilah yang kami jumpai di dalam Museum Listrik dan Energi Baru :
1.      Hardisk
            Hard Disk adalah suatu device atau komponen pada komputer yang berfungsi sebagai media penyimpanan data (storage) dan juga termasuk dalam salah satu memory eksternal dari sebuah komputer.

 
Hard Disk sendiri terdiri dari berbagai komponen- komponen didalamnya dan akan dijelaskan sebagai berikut :
Komponen Hard Disk

1. Platter (piringan logam) fungsinya adalah sebagai tempat penyimpan data, jumlah iringan ini beragam mulai dari 1, 2, 3, atau lebih. Piringan ini diberi lapisan bahan magnetis yang sangat tipis (ketebalannya dalam orde persejuta inchi). Pada saat ini digunakan digunakan thin film seperti pada processor untuk membuat lapisan tersebut.

2. Head, berupa kumparan. Head pada hard disk proses baca dan tulis menggunakan head yang sama atau satu head di tiap sisi platter. Untuk hard disk dengan 2 platter dapat memiliki sampai 4 head, hard disk dengan 3 platter dapat memiliki 6 head.

3. PCB (Printed Circuit Board) atau rangkaian elektronik, terdiri dari ;
·         Rangkaian penguat untuk pembacaan (read preamplifier) yang diperlukan karena sinyal yang di peroleh head dari piringan sangat lemah.
·         DSP (Digital Signal Processor) untuk proses yang berhubungan dengan sinyal-sinyal digital, seperti konfersi sinyal listrik yang datang menjadi sinyal digital yang akan dituliskan kepiringan.
·         Chip Memory, digunakan sebagai cache buffer.
·         Konektor untuk melakukan komunikasi dengan CPU. Untuk hard disk IDE jumlahnya 40 pin.
·         Spindle dan actuator arm motor controller, untuk mengontrol putaran piringan dan peletakan head baca/tulis

2.      Tape Drive
Tape Drive berfungsi untuk membaca data aplikasi yang disiapkan dalam tape back up. Cara kerja dari Tape Drive ini adalah data yang tersimpan pada tape reel akan dibaca atau diproses oleh CPU atau CPU akan menintruksikan Tape Drive untuk membaca atau menulis atau merekam data sesuai perintah dari operator ataupun program.

3.     Reaktor Tenaga Nuklir

Reaktor nuklir adalah suatu tempat atau perangkat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan menjaga kesinambungan reaksi nuklir berantai pada laju yang tetap. Berbeda dengan bom nuklir, yang reaksi berantainya terjadi pada orde pecahan detik dan tidak terkontrol.
Reaktor nuklir digunakan untuk banyak tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling banyak digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor penelitian digunakan untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk penelitian. Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksi plutonium sebagai bahansenjata nuklir.
Saat ini, semua reaktor nuklir komersial berbasis pada reaksi fisi nuklir, dan sering dipertimbangkan masalah risiko keselamatannya. Sebaliknya, beberapa kalangan menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan cara yang aman dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik. Daya fusi merupakan teknologi ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan radioaktif pasif, seperti halnyaFarnsworth-Hirsch fusor, di mana reaksi fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron.
Komponen dasar dari reaktor nuklir adalah sebagai berikut:
1.     Bahan bakar nuklir, berbentuk batang logam berisi bahan radioaktif yang berbentuk pelat
2.     Moderator, berfungsi menyerap energi neutron
3.     Reflektor, berfungsi memantulkan kembali neutron
4.     Pendingin, berupa bahan gas atau logam cair untuk mengurangi energi panas dalam reaktor
5.     Batang kendali, berfungsi menyerap neutron untuk mengatur reaksi fisi
6.     Perisai, merupakan pelindung dari proses reaksi fisi yang berbahaya

Demikianlah hasil obserfasi yang dilakukan di Museum Listrik dan Tenaga Baru. Bila ada kesalahan atau kesamaan dalam informasi mohon maaf, karena materi diatas berasal dari berbagai sumber.


Daftar Pustaka: